Saturday, 16 June 2012

,

Author:: TaraChun
Genre:: Romance, Comedy
Cast:: Yang Chen Lin as Rainie
          Wang Da Dong as Jiro
          Luo Zhi Xiang as Show
          He Jun Xiang as Mike
          Goh Kiat Chun as Zun
          Chen Yi Ru as Calvin
          Yan Ya Lun as Aaron
          Zhang Shao Han as Angela
          Lin Yi Chen as Ariel
          Tian Fu Zhen as Hebe
Insert Song:: Yi Ge Ren Liu Lang (Fahrenheit), In Your Eyes (Rainie Yang feat Show Luo)

Disclaimer:: Saya membuat cerita akan selalu berkaitan dengan Fahrenheit karna saya amat sangat mengagumi mereka. Buat yang baca harap komen kritik dan saran nya. Silahkan mengcopy tapi jangan mengakui itu karya kalian. Makasih.


Teriakan mereka terdengar sampai ke tempat Rainie dan Mike berada.
"Apa yang terjadi??" Rainie bingung
Rainie pun langsung berlari meninggalkan Mike yang masih pingsan
Mereka berlari menuju tempat kejadian, dan melihat Jiro terbaring di tanah dengan kondisi tak sadarkan diri.
"Jiro,, bangunlah....!!" Calvin
"Bagaimana ini,, dia kenapa masih belum sadar??" Ariel
"Apa yang terjadi?? Aku mendengar kalian semua berteriak sangat kencang. Dimana Jiro??" Rainie
"Untuk apa kau mempedulikannya?? Kau yang membuatnya begini" Aaron kesal
"Tak kusangka kemarahan Winter kita menyeramkan juga." Ariel
"Hai Jiro,, bangunlah!!" Rainie
"Pergi kau!!" Aaron mendorong Rainie
"Kau bilang kau menyukaiku kan??  Sebenarnya aku juga menyukaimu tapi kau terlambat. Maafkan aku" Rainie mulai mengeluarkan air mata.
"Tak usah berpura-pura menangis,, kau senang melihatnya begini kan?? Kau sama saja dengan kekasihmu itu" tambah Aaron lagi yang membuat Rainie sesak dan sudah tak kuat untuk menahan tangisannya
"Maafkan aku. Aku tak pernah berpikiran seperti itu" Rainie
"Sudahlah Aaron,, sebaiknya kita angkat dia ke mobil dulu" Zun
Sesampainya di mobil,, mereka langsung membawa Jiro.
"Sudah sampai,, cepat bawa dia masuk!!" Zun
"Kenapa malah dibawa kerumahmu bukan ke rumah sakit?" Ariel
"Aku punya dokter keluarga,, lebih terpercaya." Zun
"Yaa,,, baiklah" Ariel
Beberapa menit kemudian...
"Bagaimana dok??" Calvin
"Dia tidak apa-apa,, kalian tenang saja." Dokter
Mereka pun masuk ke ruangan tempat Jiro berada.
"Hei,, kenapa ramai sekali??" Jiro sudah siuman
"Kau sudah sadar??" Calvin
"Bagaimana keadaanmu sekarang?? Sudah merasa baikan?? Bagian mana yang sakit?? Kau sungguh membuat kami khawatir" Ariel
"Kau cerewet sekali,, aku tidak apa-apa,, hanya lecet sedikit saja. Lagian aku kan cuman nabrak tumpukan kardus" Jiro
"Yaa,, aku tau tapi kau pingsan lama sekali." Ariel
"Saat kau pingsan,, ada seseorang yang berubah dari Winter menjadi Summer tuh... hahahaha..." Calvin melirik Aaron yang sok tak peduli
"Haa?? Benarkah? Wow,, amazing... hahaha..." Jiro ikut menertawai Aaron
"Ehmm,, dan kau tau siapa orang yang membuat dia berubah??" Calvin
"Siapa?" Jiro
"Gadis yang kau sukai itu" Zun
"Rainie?? Kenapa bisa dia??" Jiro
"Yaa,, dia mendengar teriakan kami memanggil namamu dan sepertinya ia juga sangat khawatir tapi Aaron menjadi emosi saat melihatnya" Ariel
"Hah??" Jiro hanya tersenyum mendengar ucapan Ariel. "Ehh,, dia siapa??" tambah Jiro
"Ohh ya,, aku lupa perkenalkan pada kalian. Dia sahabatku,, namanya Hebe... Dia baru pulang dari LA" Ariel 
"Hai,, aku Calvin... Mereka sahabat-sahabatku" Calvin mengeluarkan killer smile nya..
"Ehemm,, mulai deh Calvin.. Aku Jiro" tersenyum lebar
"Tau tuh,, hai,, Aku Zun" tersenyum
"Aku Aaron" tanpa ekspresi
"Aaron orangnya memang seperti itu" Ariel menjelaskan "Tadi kau bilang mau memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi kan?? Kenapa Jiro bisa ditolak?" Ariel melihat Calvin
"Kau ingat pria yang waktu itu datang ke kafe Season Prince??"
"Maksudmu pria yang kalian panggil Mike itu?? Ada apa dengannya??" Ariel
"Dia kekasihnya Rainie" Calvin
"Dan mereka baru jadian hari itu" Jiro menambahkan dengan raut yang sangat sedih
"Mike??" Hebe terkejut mendengar nama itu
"Ada apa?? Kau mengenalnya??" Calvin
"Ah,, kalian kuliah di universitas mana??" Hebe
"Universitas Fahrenheit" Calvin
Raut wajah Hebe seketika berubah sangat sedih.
"Kau kenapa??" Ariel bingung melihat ekspresi sahabatnya itu
"Mike,,, dia... mantan kekasihku... hiks..." Hebe
"Dia pria yang kau ceritakan padaku itu??" Ariel
"Ehmm *menangguk* kami berpisah saat aku mengatakan mau pindah ke LA. Dia bilang tidak ingin berhubungan jarak jauh. Sampai sekarang aku masih sangat menyanyanginya." ucap Hebe lagi
"Sudahlah,, kau lupakan saja pria seperti itu!!" Ariel
"Lebih baik kau bersamaku saja" Calvin tersenyum
"Dasaarr... Itu sih memang maumu!!" Jiro
"Terima kasih sudah menghiburku" Hebe tersenyum pada Calvin
"Aku bukan bermaksud menghibur.. Aku serius... Kau mau kan??" Calvin
"Kau hari ini makan apa?? Seorang playboy sepertimu serius??" Ariel
"Hahaha... Aku tidak salah dengar kan?? Calvin,, apa kau sedang sakit??" Jiro menambahkan
"Kalian  ini... Aku memang serius... Aku sudah bosan bermain-main dan dikejar-kejar wanita." Calvin
"Tapi kau baru mengenalnya beberapa menit kan?" Zun
"Sejak Ariel membawanya tadi aku sudah merasakan kalau aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Calvin
"Woowww..." Ariel
"Emangnya dia mau dengan playboy sepertimu... hahaha.." ejek Jiro
"Baiklah,, aku akan mencobanya denganmu" Hebe
Perkataan Hebe membuat mereka semua terdiam sejenak...
"Kau lihat kan??" Calvin melirik Jiro "Thank you" Calvin langsung memeluk Hebe
"Kalian membuat orang cemburu saja" Ariel 
Calvin dan Hebe pun melepaskan pelukan mereka...
"Hehehehe,, maaf ya.. Aku terlalu senang" Calvin
"Sudah malam nih,, Hebe,, ayo kita pulang!!" Ariel
"Yaa... Bye bye..." Hebe mencium pipi Calvin
"Sudah.. ayo.. Besok kalian datang saja ke cafe ku... Kita pikirkan cara untuk membantunya mendekati sang pujaan hati" Ariel melirik Jiro
"Baiklah..." Zun
"Kau istirahatlah dulu...!!" Aaron
Keesokan harinya,, mereka sudah berkumpul di cafe Season Prince,, tapi ada seseorang yang belum datang.
"Dimana dia,, kenapa belum datang??" Calvin terlihat sangat cemas.
"Tenanglah" Zun
"Nah,, itu dia..." Ariel menunjuk ke arah pintu
"Maaf aku terlambat" Hebe membawa seorang pria yang membuat Calvin cemburu
"Siapa dia??" tanya Calin sinis
"Owh,, iya.. Perkenalkan,, aku Show sepupu Hebe." Show memperkenalkan diri
"Dia baru pulang dari Jepang, tadi aku menjemputnya dulu di bandara lalu langsung kesini" Hebe menjelaskan
Saat mereka semua sedang asyik berbincang-bincang,, datanglah 3 orang ke cafe itu yang mengalihkan perhatian mereka.
"Kalian mau apa lagi kesini?" Aaron terlihat sangat emosi
"Mike??" Hebe melihat ke arah Mike
"Kau??" Mike terkejut melihat Hebe ada dihadapannya
Show pun ikut menoleh kearah Mike,, terlihat seseorang yang sangat ia kenal..
"Rainie?? kau juga kesini??" Show melihat Rainie sambil tersenyum "Sudah lama sekali tidak bertemu denganmu" lanjutnya
"Yaa,, kapan kau kembali??" Rainie membalas senyuman Show
"Kalian saling kenal??" Zun dan Angela serempak
'Hmmm" Rainie mengangguk dan kembali tersenyum pada Show
"Apa kau masih ingat lagu itu?" Show
"Tentu saja" Rainie
"Ayoo" Show
Sementara yang lainnya bingung melihat Rainie dan Show
In Your Eyes
fa xian yi zhong dong xi jiao ai (yin wei ai suo yi wo cun zai)
in your eyes
kan jian sheng huo duo me jing cai (yin wei you ni cai hui jing cai)
kan zhe ni wo yan shen li bu kai
zao bei ni da bai
qi shi ni qiao qiao bian cheng
wo de zui ai
my love is for you 
"Wooww,, suaramu masih sebagus dulu. Sudah lama sekali aku tak menyanyikan lagu ini" Show
"Kau juga." Rainie
"Aku sangat merindukanmu" Show langsung memeluk Rainie
"Aku juga..." Rainie pun membalas pelukan Show
Mereka berpelukan sangat erat membuat seorang pria disana sangat cemburu.
"Hey,, apa-apaan kalian ini??" Jiro melepaskan pelukan Rainie dan Show "Woy Mike..." Jiro melihat ke arah Mike namun Mike tidak mempedulikannya.
Calvin juga bingung melihat Mike yang dari tadi terus melihat kekasihnya dengan tatapan yang membuatnya takut kehilangan sesuatu.
"Aku merindukanmu" Mike yang sudah tak bisa menahan perasaannya langsung memeluk Hebe
Hebe hanya diam terpaku dan membiarkan Mike memeluknya.
"Hey... #buugggghhhh#" Calvin memukul Mike
Hebe kaget melihat Calvin yang sangat emosi.
Sementara Mike hanya terdiam tidak seperti biasanya.
"Woy Mike,, kau ini aneh sekali ya... Kekasihmu itu dia." Jiro menunjuk Rainie
"Dia bukan kekasihku" Mike
"Haaa??" Rainie kaget mendengar perkataan Mike
"Apa maksudmu??" Jiro
"Hiks...hiks...hiks..." Rainie menangis kemudian pergi menginggalkan mereka semua
Show pun mengejar Rainie
"Kau...?" #buugghhhh# Jiro juga memukul Mike
"Rainie....." Angela berniat mengejar Rainie namun ditahan oleh Zun
"Biarkan dia tenang dulu" Zun
"tapii..." Angela
"Sudah ada orang yang mengejarnya. Kau disini saja." Zun
"Hmmm" Angela hanya mengangguk sambil tersenyum pada Zun
###Sementara di tempat lain###
"Benarkah dia kekasihmu??" Show
"Tapi dia tidak mengakuinya... hiks..." Rainie menangis dipelukan Show
Show pun memeluk Rainie,, ia mengatakan sesuatu yang mengejutkan...
"Jika dia tak mau mengakuimu,, jadilah kekasihku...!! Aku sangat menyukaimu. Aku sudah menahan perasaan ini sekian lama" Show
"Haaa?? tapi aku..." belum sempat menyelesaikan perkataanya,, Show mencium bibir Rainie *sekitar 1 menit* "Show??" Rainie sangat terkejut.
"Maaf... tapi,, aku harap kau bisa menerimaku..." Show memasang wajah yang penuh dengan harapan
"Ehmmm,, baiklah..." Rainie
Show dan Rainie pun berpelukan.
Dari kejauhan ada seorang pria yang melihat mereka.
"Kenapa bukan aku??" Jiro "Siapa dia sampai kau tak memikirkan aku??" pikirnya lagi
"Aku takkan menyerah,, suatu saat nanti kau akan menjadi milikku...." Jiro pergi meninggalkan Rainie dan Show

>>>>>>To Be Continued...........................

Friday, 15 June 2012

,

Author:: TaraChun
Genre:: Romance, Comedy
Cast:: Yang Chen Lin as Rainie
          Wang Da Dong as Jiro
          Luo Zhi Xiang as Show
          He Jun Xiang as Mike
          Goh Kiat Chun as Zun
          Chen Yi Ru as Calvin
          Yan Ya Lun as Aaron
          Zhang Shao Han as Angela
          Lin Yi Chen as Ariel
          Tian Fu Zhen as Hebe
Insert Song:: Yi Ge Ren Liu Lang (Fahrenheit), In Your Eyes (Rainie Yang feat Show Luo)

Disclaimer:: Saya membuat cerita akan selalu berkaitan dengan Fahrenheit karna saya amat sangat mengagumi mereka. Buat yang baca harap komen kritik dan saran nya. Silahkan mengcopy tapi jangan mengakui itu karya kalian. Makasih.

Saat istirahat,, tidak seperti biasanya.
"Kalian melihat Jiro??" Calvin
kedua temannya hanya menggeleng
"Kemana ya tuh anak??" Calvin
Lagi-lagi kedua temannya hanya menggeleng saja
"Hey,, kalian gak punya mulut ya?? dari tadi cuman geleng-geleng aja. Emangnya pada mau dugem??" Calvin
"Aku memang gak tau dia kemana??" Zun
"Aku juga" Aaron
"Sekalinya jawab sama semua. huh..." Calvin
"Kau maunya apa sih? Dijawab salah, gak dijawab juga salah. Bikin pusing aja. Ayo Aaron kita pergi" Zun
"Tunggu.. Kalian lihatlah itu" Aaron menunjuk ke arah pohon besar di taman sekolah
"Sedang apa dia disana?" Calvin
"Mana aku tau,, ayo!!" Zun
Jiro yang sedang asyik, tidak menyadari kalau ke3 sahabatnya datang.
"Kau ngapain disini?" Calvin
"Iya nih,, kau sudah membuat seseorang seperti kehilangan induknya... Hahaha..." Zun
"Apaan sih Zun??" Calvin 
"Ngeles aja kau kayak bajaj" Zun
"Ehmm,, apa yang kau tulis??" Aaron
"Surat cinta ya??" Calvin menggoda
"Untuk Rainie kan" Zun
"Hahahaha..." Calvin dan Zun tertawa terbahak-bahak karna melihat muka Jiro memerah
"Kalian ini apa-apaan sih,, Aku gak buat surat cinta kok" Jiro
"Lalu apa,, haa?" Calvin kembali menggoda Jiro
Aaron menahan tawanya dengan senyuman yang sangat manis
"Hey Aaron,, kau ketawa aja... Buat apa ditahan-tahan segala" Calvin
"Hahahaha,, Aaron kau benar-benar manis..." Jiro ikut menggoda Aaron
"Apa rencanamu??" Aaron mengalihkan pembicaraan
"Renacana apa maksudmu?" Jiro pura-pura tidak mengerti
"Kau tak usah pura-pura. Aku tau pasti kau sudah ada cara kan??" Zun
"Kalian memang sahabat-sahabatku.. Yaa,, aku sedang membuat sebuah lagu untuknya." Jiro
"Woww,, ayo nyanyikan biar kami mendengarrnya dulu." Calvin
"Baiklah..." Jiro
mei ren liao jie cai xuan ze ge jue zhe shi jie
you dian pi juan yi jue lie de xin nian
bai se qiu xie zou bu hui xuan nai de hai bian
yue guang ying huo zhao liang xu duo xiao lian

feng kuang hua mian ting liu zai yan qian
mo qi que jian xing jian yuan
wo men yua hao chuang dang de na pian tian
wo yi ge ren xiang qian

wo liu lang zai yong ji de cong qian
fu xi yi ye ye hei bai de kong dang xia tian
dai zuo zai re nao de lu bian
pi jiu mei bian tian
que shao le sha de hen ren zhen de xin yuan

wo liu lang zai gu dan de bian yuan
huai nian hui huo zhe xiao sheng de yao yan lan tian
ting zhe na shu xi de yin yue zhi sheng xia qin xuan
xi wang rang shi jian hui dao wu hui na tian
neng you ji hui shuo sheng bao qian
"Bagaimana menurut kalian??" Jiro
"Bagus.." Aaron
"Hanya itu??" Jiro
"Hmmm" Aaron, Zun, dan Calvin hanya mengangguk
"Kalian ini,, percuma saja aku menyanyi... huh!!" Jiro
"Itu kan menurut kami para pria,, kau langsung coba saja mainkan lagu itu untuknya..!" Calvin
"Iya,, ehmm.. judulnya apa??" Zun
"Yi Ge Ren Liu Lang" Jiro
Tanpa mereka sadari ternyata....
"Lagumu bagus,, sangat menyentuh.. Tadi aku mendengar teman-temanmu bilang lagu itu kau ciptakan untuk seseorang ya?? Beruntung sekali orang itu." Rainie
"Haa?? sejak kapan kau disini?" Jiro kaget melihat Rainie
"Sejak tadi aku sudah melihatmu sangat sibuk ternyata kau sedang membuat sebuah lagu.. Maaf ya,, aku mendengarnya tanpa izin darimu" Rainie
"Kau tak perlu izin darinya. Lagu ini memang untukmu. Benarkan Jiro??" goda Calvin
"Hahh?? Benarkah lagu ini untukku?? Tapi kenapa??" Rainie
"Kau ini...!!" Aaron kembali bersikap dingin
"Hey Aaron,, jangan seperti itu." Calvin
"Karna dia meyukaimu..." Zun
Pipi Jiro memerah karna malu dengan yang dikatakan oleh sahabat-sahabatnya itu
"tapi...." Rainie
"Tapi apa??" Jiro
"Dia adalah pacarku" tiba-tiba datang seorang pria dan langsung merangkul Rainie
"Kau?? Kenapa kau lagi... Kau selalu saja membuatku kesal..." Jiro
"Hey Mike,, sebenarnya apa maumu,, hah?? Kau selalu saja mencari masalah dengan kami" Calvin
"Karna kita lebih populer darinya" Aaron
"Woww,, baru kali ini aku melihat Winter narsis" Jiro *yaa,, hanya Mike lah yang bisa memancing emosi Aaron,, jadi kami juga bersyukur ada dia*
"Apa katamu?? Aku tidak pernah kalah dari kalian" Mike
"Rainie,, ayo ikut aku sebentar" Jiro menarik tangan Rainie
"Hei,, mau kau bawa kemana kekasihku....?" Mike ingin mengejar Jiro tapi dihalangi oleh Zun.
"Aku takkan membiarkanmu menggangu sahabatku" Zun melihat ke arah Calvin
"Hmmm..." Calvin mengangguk,, kemudian...
#buughhh# Calvin memukul Mike sampai pingsan.

"Awww,, sakit juga mukul nih orang" Calvin
#####Di tempat lain#####
"Kau tau kan aku meyukaimu" Jiro
"Tapi aku sudah mempunyai kekasih..." Rainie
"Kapan kau mulai dengannya?" Jiro
"Baru 2 hari yang lalu,, sejak dari cafe Season Prince" Rainie
"Bagaimana bisa?? Aku telat sehari.. huh!! Aku tak peduli,, aku akan tetap mengejarmu" Jiro
"Maaf,, aku tidak bisa... Aku sudah sangat menyayanginya. Kita cukup menjadi teman saja" Rainie
"Apaa?? hanya teman..." Jiro
"Aku pergi dulu" Rainie
Jiro masih terpaku dengan perasaanya yang tak menentu.
"Hey,, kalian apakan dia??" Rainie
"Aku hanya memukulnya saja" Calvin
"Kalau kau disini,, lalu Jiro??" Zun melirik teman-temannya
"Cepat!!" Aaron
Baru saja mau pergi,, mereka mendengar seseorang memanggil mereka...
"Hai,, kalian mau kemana?? Kenapa buru-buru sekali" Ariel berlari menghampiri mereka bersama dengan seorang wanita

"Jiro abis ditolak dan dia sekarang pasti sangat sedih dan emosi... Kami takut terjadi sesuatu padanya." Zun
"Ditolak siapa??" Ariel
"Nanti kami beritahu,, sekarang ayo bantu kami mencarinya" Calvin
Namun,, belum sempat mereka mencari terdengar suara yang sangat mengejutkan mereka
#bruukkkkkk#
Mereka melihat satu kejadian dimana...
"JIROOOO" teriak mereka


>>>>>>To Be Continued...........................

Sunday, 10 June 2012

,

Author:: TaraChun
Genre:: Romance, Comedy
Cast:: Yang Chen Lin as Rainie
          Wang Da Dong as Jiro
          Luo Zhi Xiang as Show
          He Jun Xiang as Mike
          Goh Kiat Chun as Zun
          Chen Yi Ru as Calvin
          Yan Ya Lun as Aaron
          Zhang Shao Han as Angela
          Lin Yi Chen as Ariel
          Tian Fu Zhen as Hebe


Insert Song:: Yi Ge Ren Liu Lang (Fahrenheit), In Your Eyes (Rainie Yang feat Show Luo)


Disclaimer:: Saya membuat cerita akan selalu berkaitan dengan Fahrenheit karna saya amat sangat mengagumi mereka. Buat yang baca harap komen kritik dan saran nya. Silahkan mengcopy tapi jangan mengakui itu karya kalian. Makasih.


Hai,, namaku Jiro. Aku mempunyai 3 orang sahabat sejak kecil sampai sekarang mereka selalu menemaniku. Di saat aku senang ataupun sedih selalu bersama mereka. Mereka bagaikan keluarga untukku. Saat ini kami kuliah di Universitas Fahrenheit. Ini salah satu fotoku bersama mereka.
"Wei Jiro,, kau jadi ikut makan denganku??" Zun *Ini salah satu sahabatku yang hobby sekali makan dan mempunyai banyak fans di kampus. Bisa dibilang dia itu pangeran di kampus kami.*
"Yahh,, tentu saja... aku juga sudah sangat lapar" Jiro
"Aku ikut ya... Disini sungguh membuatku pusing." Calvin *Kalau sahabatku yang satu ini di kenal dengan sebutan si killer smile karna setiap ia tersenyum akan membuat para wanita itu menjadi gila.. hahaha*
"Oke lah" Jiro
"Aaron dimana??" Zun
"Aku disini" Aaron *Nah,, ini sahabatku yang paling dingin terhadap siapapun termasuk kami tapi anehnya biarpun begitu dia termasuk pria yang diidolakan oleh para wanita,, katanya sih karna imut-imut dan kepandaiannya dalam segala bidang*
"Kapan kau datang??" Calvin
"Baru saja" Aaron
"Kau rubahlah sedikit kebiasaanmu,, jangan terlalu singkat menjawab pertanyaan orang!" Zun
Aaron tidak mempedulikan omongan Zun,, "Apa kita jadi makan? Aku sudah lapar" Aaron
"Kau ini,, benar-benar senang membuat orang marah" Jiro *diantara teman-temanku,, aku adalah orang yang paling cepat emosi dan marah*
"Sudahlah,, biarkan saja... Kita kan sudah tau kalau sifatnya memang seperti itu" Calvin
"Aku ambil mobil dulu" Zun
"Baiklah,, sana pergi.. Aku sudah lapar" Jiro mendorong Zun
Beberapa menit kemudian Zun sudah datang dengan mobilnya...
"Cepat naik!" Zun
Mobil itu melaju dengan cepat, baru 10 menit mereka sudah sampai di kafe "Season Prince".
"Hey,, lihatlah... 4 Pangeran kita sudah datang" Ariel *Dia adalah anak dari pemilik kafe ini, dia seorang wanita muda yang sangat cantik dan sukses juga mengelola usaha keluarganya. Ariel itu teman kami waktu SMA dan merupakan gadis paling cantik di SMA kami.*
"Hello semua" Jiro
"Hey Ariel,, kau makin cantik saja" rayu Calvin sambil tersenyum
"Hahaha,, killer smile mu itu tak mempan padaku" Ariel
"Yaa,, aku tau... Aku hanya ingin mencoba saja" Calvin
"Hey Calvin.. Kau lihat saja wanita-wanita disini sudah mulai memperhatikan kita karna senyumanmu tadi" Jiro
"Ohh,, tidakk... Aku disini kan mau makan dan membebaskan diri" Calvin
"Hmmm,, semua mohon perhatiannya.." Ariel
"Ada apa??" Jiro
"Kalian lihat 4 pria tampan yang ada di dekatku sekarang ini? Nah,, kali ini aku mau memberitahukan sesuatu" Ariel
"Apa maksudnya??" Jiro bertanya pada 3 sahabatnya
"Kita lihat saja apa yang mau ia lakukan" Zun
"Sebenarnya...." Ariel
Belum sempat mengatakan,, ada 2 orang wanita yang masuk ke kafe itu. Mereka merasa aneh karna para pengunjung kafe melihat ke arah mereka berdua.
"Baiklah,, kita lanjutkan saja. Sebenarnya..." Ariel
Lagi-lagi ada yang membuat Ariel memotong pembicaraannya. Ia adalah seorang laki-laki yang dikenal oleh 4 sekawan itu.
"Dia mau apa kesini??" kembali Jiro melihat ke arah kawan-kawannya.
"Entahlah" Calvin
Pria itu juga melihat ke arah 4 sekawan tersebut. Dan...
"Kebetulan sekali bertemu dengan 4 sekawan yang sok ngetop. hahaha..." pria itu melihat mereka dengan sinis
"Hei,, ini memang tempat kami... Kau mau apa kesini??" Jiro
"Mau apa?? Hahaha... Kau ini sungguh bodoh.." kata pria itu mengejek Jiro
"Kau....??" Jiro sudah mulai emosi
"Sudahlah Jiro.. Hey Mike,, lebih baik kau pergi dari sini" Zun
"Siapa kau berani mengusirku??" Mike
Jiro yang sudah tidak bisa menahan emosinya, tiba-tiba....
#buugghhhh *Jiro mmemukul wajah Mike*
"Kau beraninya memukulku" Mike pun mengepalkan tangannya dan bersiap untuk memukul Jiro
"Hey" teriak Ariel "Sudah cukup... Ini kafe milikku... Jika kalian ada masalah selesaikan diluar!!" katanya lagi
"Woww,, ternyata pemilik kafe ini adalah wanita yang sangat cantik. Pantas saja kalian ke kafe ini" Mike melihat Ariel
Ariel memalingkan wajahnya dan..
"Aku akan melanjutkan perkataanku yang tadi. Sebenarnya aku memberi nama kafe ini "Season Prince" itu terinspirasi dari mereka" Ariel
"Kami??"Aaron
"Wahh,, Aaron mengeluarkan suaranya" ledek Jiro
"Ya.. Karna waktu SMA,, aku dan teman-teman sering menyebut kalian dengan sebutan Season Prince" Ariel
"Jadi waktu SMA kau dan teman-temanmu sudah ngefans sama kami ya... hahaha.." Jiro menggoda Ariel
"Kenapa??" Zun
"Karna sifat kalian..." Ariel
"Maksudmu??" Calvin
"Ehmmm... Kami merasa sifat kalian itu mewakili 4 musim dan wajah kalian yang seperti pangeran..." Ariel
"Aku masih belum mengerti" Jiro melihat ke teman-temannya seperti sedang bertenya sesuatu
"Hmmm.... Aku tau" Aaron
"Jadi kau mengerti apa yang ia katakan??" Jiro
"Hahahaha... sudah kubilang kan,, kau memang bodoh" Mike
"Kau benar-benar menyebalkan.." Jiro bersiap untuk memukul Mike
"Contohnya kau seperti sekarang ini,, sifatmu yang mudah emosi menggambarkan Summer" Aaron
"Haa?? Kalau aku Summer berarti kau Winter" sahut Jiro
"Jadi kau Calvin,, kau itu Spring dan aku Autumn... Benar kan??" Zun
"Yupzz... kalian benar..." Ariel
"Kau sudah selesai?? Aku lapar" Aaron
"Belum..." Ariel
"Masih ada lagi?? Kami sudah lapar..." Zun
"Sekarang keempat Pangeran silahkan ke belakang untuk mengganti pakaian yang sudah disiapkan" Ariel
"What?? Masih harus ganti pakaian?? Kau mau ngerjain kita ya??" Jiro
"Cepatlah,, kalian nurut aja!! Sana!!" Ariel mendorong ke4 Pangeran itu
Dan....
"Inilah 4 Pangeran kita... Ayo semua beri tepuk tangan" Ariel
"Huh..! Pangeran apanya??" gumam Mike
"Sekarang sudah bisa makan??" Zun
"Hah?? hehehe... Sepertinya ke4 Pangeran kita sudah lapar... Untuk semua yang datang hari ini,, bisa makan gratis di kafe ku sepuasnya" Ariel
"Akhirnya makan juga..." Calvin
"Yahh..." Zun
Setelah melewati hari yang cukup panjang,, mereka pun pulang. 
Keesokan harinya saat istirahat..
"Apa kalian merasa ada yang aneh denganku??" Calvin
"Ada apa??" Zun
"Kau lihat saja sendiri" Calvin menunjuk orang-orang yang mengikutinya
"Aku juga" Aaron menoleh ke belakang
"Begitu pun denganku" Jiro
"Kita semua sama" Zun
Mereka melihat ke sekeliling mereka,, ternyata mereka sudah dikelilingi oleh orang-orang satu kampus.
"Apa yang terjadi??" Jiro
"Sepertinya ini karna kejadian kemarin" Aaron
"Season Prince?? siapa yang menyebarkannya??" Zun
"Aku tau orangnya" Jiro langsung pergi
"Gawat..." Calvin melihat ke arah Zun dan Aaron.
"Ayo ikuti dia..." Zun
Di lapangan basket
"Hey Mike,, kau kan yang menyebarkan kejadian kemarin di kampus??" Jiro
"Hahahaha,, buat apa aku menyebarkannya?? Tak ada keuntungan apapun untukku" Mike
"Tapi hanya kau yang tau kejadian kemarin" Jiro
Zun, Calvin, dan Aaron langsung menarik Jiro.
"Apa yang kalian lakukan??" Jiro
"Bukan dia yang melakukannya" Aaron
"Kau tau dari mana??" Jiro
"Karna dia tak dapat keuntungan apapun" Calvin
"Benar juga ya" Jiro
"Sebaiknya kita pergi" Zun
"Kalian mau kabur kemana,, ha??" Mike
"Tak ada urusannya denganmu" Jiro
"Tentu saja ada,, tadi kau sudah memfitnahku. Aku tidak terima" Mike
"Lalu apa maumu??" Calvin
"Aku mau dia melawanku" Mike melempar bola basket ke Zun
Diantara mereka ber4 memang Zun lah yang paling mahir bermain basket.
"Dalam 5 menit kau harus mengalahkanku" Mike
"Baiklah" Zun
Mike adalah saingan Zun dalam dunia basket. Mereka pun bertanding dan seperti biasanya...
"Kau kalah lagi" Zun
"Sialan" Mike
"Ayo pergi" Zun
Mereka pun pergi meninggalkan Mike.
"Kira-kira siapa ya yg membocorkannya?" Jiro
"Mereka..." Aaron melihat ke arah 2 orang wanita
"Aku ingat,, mereka juga ada disana kemarin." Calvin
"Hmmm *mengangguk*" Zun
"Hei kalian" Jiro
"Kami??" kata salah satu dari mereka
"Yaa,, kalian berdua..." Calvin
"Ada apa??" tanya salah seorang lagi.
"Kalian kemarin ada di kafe Season Prince kan??" Zun
"Iyaa,, kalian keren sekali..." mereka menjawab dengan kompak
"Jadi benar kalian yang menyebarkan kejadian itu di kampus??" Calvin
mereka pun mengangguk...
"Buat apa kalian melakukan hal itu,, haa??" Jiro dengan nada yg sedikit membentak
"Maaf..." kata salah seorang dari mereka sambil menunduk ketakutan
"Sudahlah Rainie,, kita kan tidak bersalah.." kata temannya
"Tapi Angela... kita memang salah sudah menyebarkan kejadian kemarin tanpa izin dari mereka" Rainie
"Maafkan temanku ya,, dia memang orangnya emosian" Calvin tersenyum
"Yaaa,, kami tau..." Rainie pun ikut tersenyum "kami permisi dulu" katanya lagi
#plaakkk *Calvin menampar Jiro* 
"Hei..." Jiro melihat Calvin
"Dia sudah pergi" Calvin
"Apaa??" Jiro
"Tidak,, ayo jalan" Zun
Keesokan harinya...
"Apa-apaan ini?? Aku kan belum bergerak.." Jiro kesal melihat pemandangan yang tidak enak
"Kau kenapa??" Calvin
"Tuhh *menunjuk ke arah Rainie dan Mike* Aaron
"Sabar ya sobat... mungkin tidak seperti yang kau pikirkan..." Zun
"Aku pasti bisa merebutnya... Lihat saja nanti.." Jiro

>>>>>>To Be Continued...........................
Powered by Blogger.